KEPALA SEKOLAH SMA N 2 KOTA PAGAR ALAM DIDUGA TERINDIKASI LAKUKAN PUNGUTAN LIAR - Skrinews | Berita Nasional | Terkini | Terpercaya | Jujur Mengungkap Fakta

Breaking

Skrinews | Berita Nasional | Terkini | Terpercaya | Jujur Mengungkap Fakta

Suara Kedaulatan Rakyat Indonesia | BERANI JUJUR MENGUNGKAP FAKTA

Nasional

18 Mei 2019

KEPALA SEKOLAH SMA N 2 KOTA PAGAR ALAM DIDUGA TERINDIKASI LAKUKAN PUNGUTAN LIAR


Pagaralam,skrinews.com
Didalam pusat pendidikan sering kali pihak sekolah tidak mentaati akan peraturan permendikbud no 75 tahun 2016 dan perpres no 87 tahun 2016. Sehingga banyak kebijakan-kebijakan yang merugikan para siswa.

Berdasarkan laporan serta keterangan wali murid dan siswa di SMA N 2 KOTA PAGAR ALAM, bahwasanya baru baru ini dipusat pendidikan tersebut melakukan pungutan uang untuk biaya perpisahan.

Kepada awak media kami, orang tua siswa menuturkan, untuk kegiatan perpisahan tahun ini seluruh siswa dipungut biaya sebesar Rp.150.000 untuk kelas XII. Sedangkan untuk kelas X dan XII dipungut biaya sebesar Rp.50.000 persiswa.

Ditambah lagi oleh wali murid serta siswa yang namanya tidak ingin dipublikasikan bahwa pada tahun 2018 dipusat pendidikan SMA N 2 melakukan pungutan atau SPP sebesar Rp.75.000/siswa

Sedangkan untuk siswa baru pada tahun ajaran 2018, setiap siswa dipungut biaya sebesar Rp.1.200.000,- untuk biaya pembelian baju atau seragam sekolah dan pembelian tersebut dilakukan transaksinya di pusat pendidikan.tutupnya.

Saat ditemui diruang kerjanya, Bapak Sutarno,S.Pd,M.Pd selaku kepala sekolah SMA N 2 Pagaralam membenarkan akan adanya pungutan tersebut, dan Kepala Sekolah itupun mengakui bahwa ia melakukan kesalahan  dan telah tidak mentaati peraturan dan undang undang yang berlaku, dan bahkan Bapak Sutarno pun mengakui bahwa pungutan tersebut berdasarkan keinginan siswa itu sendiri.tegasnya

Temuan lain terhadap pelanggaran yang dilakukan pihak sekolah yang berhasil dihimpun awak media kami, bahwa dipusat pendidikan atau sekolah SMA N 2 kota pagar alam melakukan pungutan biaya penebusan ijazah.

Dari keterangan yang kami himpun, ada beberapa siswa yang sampai saat ini belum mendapatkan Ijazah mereka karena belum membayar biaya Ijazah dan tunggakan lainnya.

Hasil investigasi kami bahwa biaya yang dipungut untuk penebusan ijazah tersebut sebesar Rp.250.000,-

Pada kesempatan yang sama sempat terjadi perbedaan pandangan antara Bapak Pardinal selaku wakil ketua komite sekolah SMA N 2 kota Pagar Alam dengan Kepala Sekolah.

Pardinal menyatakan dan bahkan mengakui bahwa pungutan itu memang benar adanya, tapi dalam hal ini, wakil ketua komite menegaskan bahwa kami selaku lembaga komite terkhususnya saya sendiri tidak pernah tau, atau tidak ikut campur dan tidak bertanggung jawab.

Dalam program perpisahan yang menyebabkan terjadinya pungutan tersebut, wakil ketua komite menambahkan bahwa itu bukan program lembaga komite.

Bahkan bapak Pardinal menegaskan bahwa pungutan tersebut adalah pungutan pihak sekolah atau Kepala Sekolah dan dalam perencanaan tersebut, bukan inisiasi Komite.

Secara singkat Pardinal menuturkan krologis terjadi pungutan perpisahan, semua konsep program bersumber dari kepala sekolah, setelah itu wali murid diundang untuk mengadakan musyawarah, disaat itula Komite dijadikan tameng terdepan untuk menyampaikan maksud dari pihak sekolah.

Jadi dalam hal ini, Bapak Pardinal selaku wakil ketua komite secara tegas menyatakan bahwa kami selaku komite atau saya sendiri tidak bertanggung jawab dalam masalah pungutan tersebut. tutupnya.
@Tim skrinews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar